Indonesian Trials Bikers

Trials Of Life

Teknik Rear Hop merupakan teknik dasar yang cukup advanced...akan tetapi tampaknya posisi teknik ini merupakan teknik default advanced setelah trackstand. Mengingat sangat jarang sekali mendapatkan waktu latihan yang cukup, maka beberapa teknik trials memang sangat lambat sekali progressnya. Belum lagi tantangan yang keras dari istri yang melihat suaminya.. tampak aneh kalau melihat sedang latihan trials.. "itu kan mainan untuk anak SMP to..." begitu selalu bilang istri saya...masih tidak menyurutkan semangat untuk berlatih trials.. belum lagi kata-kata pedas " sudah tua kok mainan anak-anak.... ingat umur..." semakin menambah cambukan untuk cepat berlari...dan satu lagi yang cukup menyakitkan adalah kalau melihat luka di tulang kering yang semakin bertambah saja pahatannya.. menjadikan kekhawatiran istri semakin bertambah saja. Kadang sempat berpikir...apa saya hentikan saja... terbayang.. beberapa video crash latihan trials yang saya dapatkan dari you tube...tampaknya cukup berbahaya juga bagi orang seumuran saya.
Akhirnya saya putuskan untuk mencoba teknik yang cukup save, seperti pivoting, rocking, hoping saja lah cukup untuk bekal rider trials to work.. he..he..he.. Apabila semangat trials sudah down begini, biasanya saya terus melihat rekan di Malaysia yang seumuran saya, akan tetapi masih semangat bermain trials http://we.wildgeeks.org/2008_12_01_archive.html. Kembali timbul semangat untuk mencoba teknik Rear Hop, dan saya yakin sekali bahwa teknik ini sangat sulit sekali. Melihat progress Jack Hii yang cukup lama sekali, maka tidak ada salahnya apabila dimulai saja belajar teknik ini.
Apabila melihat struktur sepeda XC ku yang kurang memadai untuk bermain trials, terkadang membuat tambah berat saja latihan ini. Proses mengangkat roda depan, dengan stem yang pendek dan posisi fork yang pendek juga, membuat tambah berat saja awal rear hop ini. Berkali-kali melihat video proses pelajar dari Ryan Leech, ternyata sulit dilakukan sehingga cari cara lain saja melalui rocking yang diangkat tinggi-tinggi. Proses ini ternyata menurut saya lebih enak, walaupun tenaga yang dikeluarkan cukup banyak. Untuk mencari keseimbangan saat posisi roda depat terangkat, membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga bisa dibayangkan betapa capeknya.
Setelah di dapat titik keseimbangan, dan mencoba mempertahankannya.. inilah saat yang menegangkan sekaligus membahagiakan. Tanpa sadar... setelah hampir satu minggu melakukan proses yang menjemukan ini, hoping pertama dapat saya lakukan pada tanggal 27 Desember 2008 yang lalu. Begitu menyenangkan walaupun belum sempurna sekali...ini yang disebut dengan efek ' Aha.....' mungkin ya... Walaupun masih terbatas hanya hop satu kali menggunakan roda belakang...menurut saya ini merupakan milestone yang cukup bersejarah buat saya...
Keterbatasan waktu berlatih...membuat progress ini masih lambat sekali...akan tetapi tetap saya nikmati, walaupun badan sakit semua karena otot-otot tertentu di bagian lengan dan punggung dipaksa bekerja. Saya hanya mencuri waktu saat istri ke pasar, sedang mandi, dan mengajak anak ke taman kompleks depan rumah....atau saat megang sepeda walaupun cuman sebentar..

Share 

Add a Comment

You need to be a member of Indonesian Trials Bikers to add comments!

Join this Ning Network

edi s. mulyanta Comment by edi s. mulyanta on February 24, 2009 at 12:38pm
Karena geometri sepeda XC gak begitu mendukung trials..akhirnya dilego...ganti dengan Banshee AMP.. lebih sloopy.. cuman 12.5 inc ukurannya.. dengan panjang chainstay yang memadai untuk memudahkan mengangkat roda depan. Pada uji coba rear hop...ternyata lebih ringan..akhirnya dapet lah rear hop 7x...
edi s. mulyanta Comment by edi s. mulyanta on January 28, 2009 at 9:39am
Stem panjang sekitar 11 cm - 12 cm, dengan derajat kemiringan di atas 12 sepertinya ideal sekali untuk trials.. akan tetapi mencari stem dengan spec demikian sangat sulit.. Beberapa kali uji coba panjang stem dengan kemiringan yang berbeda, belum menghasilkan posisi badan yang enak.. yang jelas semakin panjang, dan miring.. teknik pivoting sangat ringan sekali.. terutama saat endo..
edi s. mulyanta Comment by edi s. mulyanta on January 24, 2009 at 11:42am
progress rear hop maksimal hingga haree genee baru sampai 4 x hop... lumayanlah... lagi nyoba beberapa stem, semoga dapat settingan yang tepat sama badan...

About

© 2009   Created by edi s. mulyanta on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!